TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARAM 1430 H

Assalamu’allaikum Wr. Wb.

Insya Allah Remaja Islam Masjid Jami Al-Fataa akan mengadakan tahun baru islam 1430 H yang jatuh pada hari senin tanggal 29 Desember 2008, adapun kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain : Santunan untuk anak yatim, kaum duafa dan beberapa janda-janda, pelaksanaan kegiatan tahun baru islam 1 Muharam 1430 H di masjid jami al-fataa akan dimeriahkan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di RISTA, antara lain marawais, gambus, qosidah, puisi, nasyid dan cerama agama.

Tahun baru islam merupakan tradisi bagi umat islam, saat sekarang ini jarang sekali kita temukan perayaan-perayaan tahun baru islam di adakan di setiap masjid-masjid yang ada disekitar kita, kebanyakan malah tahun baru nasional-lah yang sering diadakan. mengapa demikian??. malah mereka merayakannya dengan berpesta pora dan besar-besaran. Dengan merayakan tahun baru islam kita bisa menjalin tali persaudaraan sesama umat muslim, bahkan kita bisa membantu sesama umat muslim, dengan cara memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu, janda-janda, dan kaum duafa

Santunan Oleh Bu Lurah

SANTUNAN SECARA SIMBOLIS OLEH IBU LURAH

SANTUNAN SECARA SIMBOLIS OLEH Bpk. H.M YAYA SUKRIYA

SANTUNAN SECARA SIMBOLIS OLEH DEKEL Bpk. H. SADJID

CERAMAH AGAMA OLEH Bpk. Ust. ANWAR SANUSI B.A

SAMBUTAN OLEH Bpk. POPPY PURNAMA S.Sos M.M

PENAMPILAN QOSIDAH PADA MUHARAM 1430 H

PENAMPILAN NASYID PADA MUHARAM 1430 H

MUSIKALISASI PUISI PADA MUHARAM 1430 H

MASTER OF CEREMONY

PEMBACAAN AYAT SUCI AL-QUR’AN OLEH HERMAN SUDRAJAT

dan SARITILAWAH OLEH JUJU JUHAERIYAH

JAMA’AH IBU-IBU SEDANG ASIK MENDENGARKAN CERAMAH

JAMA’AH BAPAK-BAPAK SEDANG ASYIK MENDENGARKAN CERAMAH AGAMA

SANTUNAN SIMBOLIS KEPADA FAKIR MISKIN DAN DUAFA

ULANG TAHUN JAKARTA

Dalam rangka memperingkati Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke 481, Remaja Islam Masjid Jami’ Al Fata ( RISTA ) diminta untuk mengisi acara pada ulang tahun jakarta tersebut. Adapun acara tersebut di prakarsai oleh Majlis Ta’lim Qolbun Salim yang berada di wilayah Sumber Pelita, dengan maksud dan tujuan agar kita dapat menjaga nilai-nilai seni dan budaya yang ada di Ibukota Jakarta ini, acara tersebut akan di isi oleh beberapa kegiatan antara lain adalah :

1. BAZAR

2. SUNATAN MASAL

3. BAND-BAND

4. NGELENONG

5. LAYAR TANCEP

Acara ini turut disponsori oleh:

1. Majlis Ta’lim Qolbin Salim

2. Teh Botol Sosro

3. Jak TV

4. Semua Lapisan Masyarakat yang berada di wilayah Sumur Batu dan khususnya warga Rw. 01

Adapun Acara ini akan dilaksanakan pada :

Hari/tanggal : Minggu, 22 Juni 2008

Pukul : 08.00 s/d Selesai

Tempat : Jln Sumber Pelita Rt.006 Rw.01

Sumur Batu Kemayoran Jakarta Pusat

Dan pada acara Ulang Tahun Jakarta ini RISTA mengisi acaranya dengan Ngelenong band, dan juga arak-arakan marawis untuk meramaikan acara tersebut.

 

Allhamdullilah acara ini bejalan dengan lancar, mwskipun ada sedikit halangan tetapi semua itu bisa diatasi, dan respon dari warga sekitar sangat bagus, mlah sampai-sampai ada yang minta supaya pada tahun berikutnya diadakan acara seperti ini lagi…  

Allhamdulillah kini RISTA telah menambah satu guru Ta’lim yang bernama Ustadz Syahruddin, yang mengajar di setiap hari jum’at minggu ke 2 dan ke 4, mudah-mudahan ilmu yang beliau ajarkan dan yang beliau terapkan khususnya untuk REMAJA ISLAM MASJID JAMI’ AL- FATA berguna untuk kehidupan sehari-hari. menurut kami apa yang telah diajarkan oleh ust Syahrudin sangat mudah kami cerna dan pahami, selain itu juga beliau sangat mengerti apa-apa yang lagi trend di kalangan anak muda dan beliau pun memberikan anjuran-anjuran yang sesuai menurut islam.

MARAWIS

MARAWIS

Marawis merupakan kesenian yang datangnya dari timur tengah. di wilayah Jakarta sendiri cukup banyak grup-grup marawis, diantaranya yang terdapat diwilayah Jakarta Pusat tepatnya di daerah Kemayoran dan salah satunya adalah EL-RISTA yang beralamat di jalan Sumber Pelita, yang bertempat di Masjid Jami’ Al-Fata Sumur Batu Kemayoran Jakarta Pusat.

Adapun cara memainkannya dengan cara di tepak, marawis merupakan jenis kegiatan yang sangat positif, memang sih tangan-tangan kita jadi pada sakit “aduhhh”, tapi percaya deh itu hanya sebentar koq, itu hanya penyesuaian tangan terhadap marawis yang terbuat dari kulit sapi pada umumnya, tapi percaya dehh, kalau dimainkan secara terus menerus juga pasti gak bakalan sakit lagi.

Biasanya marawis dapat dibeli di daerah condet, tebet, pasar minggu. Memainkan marawis adalah sebuah kegiatan yang sangat positif, selain itu juga kegitan marawis juga lebih baik dari pada bermain-main yang tidak jelas apa tujuannya, karena marawis dapat melatih kedisplinan seseorang. Mungkin dengan memainkan musik marawis kita dapat terhindar dari hal-hal yang kita tidak inginkan.

Di Jakarta sudah banyak di gelar festifal-festifal marawis, dan disitulah kita bisa bertemu dengan team-team marawis dari daerah lain, selain itu juga kita bisa menambah pengetahuan tentang jenis-jenis pukulan marawis, dan yang paling umum jenis pukulan adalah SARAH, ZAFIN DAN JAIFEH. Mudah-mudahan saja dengan bermain musik marawis kita mendapatkan prestasi pada festifal-festifal marawis.

TEAM MARAWIS EL-RISTA

PENYAKIT HATI

MACAM-MACAM PENYAKIT HATI DAN SIFAT BURUKNYA :

1. Iri Hati
                Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung ingin berusaha untuk mendapatkannya juga. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan atau kebaikan, seperti iri untuk menjadi orang pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran, contohnya untuk beramal, menyantuni anak yatim dan lain-lain.

2. Dengki
                Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya karena tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini.

3. Hasut /  Provokasi
               Hasud adalah suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar terpengaruh sifat amarah / marah orang tersebut meluap dengan tujuan agar dapat memecah belah persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antar sesama umat beragama.

4. Fitnah
               Fitnah lebih kejam dari pembunuhan adalah suatu kegiatan menjelek-jelekkan, menodai, menuduh, merusak, menipu, membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan sehingga dapat berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain hingga terjadi perang saudara dan dapat dapat menimbulkan tindak kejahatan dan tanpa bukti yang kuat.

5. Buruk Sangka
                Buruk sangka adalah sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.

6. Khianat / Hianat
              Hianat adalah sikap tidak bertanggungjawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Khianat biasanya disertai berbohong dengan mengumbar janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci oleh orang disekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari.

SILSILAH SYEKH ABD. QADIR JAELANI

SYECH ABDUL QHODIR JAELANI

            Syekh Abdul Qadir Jaelani dilahirkan pada tanggal 1 Ramadhan 471 Hijrah disuatu tempat yang bernama ” Jaelan ” yakni suatu daerah yang terlaetak dibagian luar dari negeri Thabaristan.

            Adapun syekh Abdul Qadir Jaelani Lahir dari seorang Ibu yang bernama Fathimah dan seorang ayah yang bernama Shaleh.

            Syekh Abdul Qadir Jaelani Sejak kecil dengan penuh jerih payah berusaha memperoleh ilmu-ilmu agama seperti ilmu Fiqih, ilmu adab, ilmu thariqah dan lain-lain sehingga menyebabkan dirinya menjadi seorang yang alim ( Ber ilmu ) dan ‘amil ( beramal terhadap ilmunya ). Beliau tidak seperti orang-orang mu’min yang hanya pandai bersilat lidah tanpa pengetahuan ilmu dan landasan iman yang kuat.

IBADAHNYA HAMBA SEPERTI SEORANG PEDAGANG

            Tentu kita pernah dengar do’a yang di lantunkan oleh Abunawas dan sering dikumandangkan di musholla -musholla menjelang magrib atau juga sering dilantunkan di majlis ta’lim. “ILAHILASTULIL FIRDAUSIL A’LA………”wahai tuhanku aku bukan ahli surga…..dan aku juga tidak kuat dengan panas api neraka….Doa ini menggambarkan tentang keikhlasan dan rasa rendah manusia di hadapan Alloh SWT.Siapa pun yang beribadah kepada Allah karena motivasi kepentingan tertentu dengan harapan dariNya, atau beribadah dalam rangka menolak bencana dari Allah, maka sesungguhnya orang tersebut tidak berpijak dengan benar sesuai SifatNya.            Kenapa demikian?Karena betapa banyaknya orang beribadah kepada Allah tidak didasari keikhlasan (Lillaahi Ta’ala), tetapi demi yang lain, kepentingan duniawi, naiknya jabatan, dagangannya laku, bahkan demi menolak balak dan bencana atau siksa, ibadah seperti ini tak lebih dari ibadahnya seorang pedagang yang hanya mencari keuntungan duniawi semata.

             Apakah Allah Ta’ala memerintahkan kita melakukan ibadah dan menjauhi laranganNya karena sebuah sebab dan alasan-alasan tertentu?

             Bukankah kita beribadah karena kita harus melakukan atau menyambut sifat RububiyahNya melalui sifat Ubudiyah kita?

            Bukankah segalanya sudah dijamin Allah, dan segalanya dariNya, bersamaNya, menuju kepadaNya?

             Apakah Allah tidak layak disembah, tidak layak menjadi Tuhan, tidak layak diabdi dan diikuti perintah dan laranganNya, manakala Allah tidak menciptakan syurga dan neraka?

             Bukankah Rasulullah saw, mengkhabarkan, “Janganlah diantara kalian seperti budak yang buruk, jika tidak diancam ia tak pernah bekerja. Juga jangan seperti pekerja yang buruk, jika tidak diberi upah ia tidak bekerja….”

            Dalam kitab Zabur Allah berfirman, “Adakah orang yang lebih zalim dibanding orang yang menyembahKu karena syurga atau takut neraka? Apakah jika Aku tidak menciptakan syurga dan neraka, aku tidak pantas untuk ditaati?”

            Suatu hari Junaid Al-Baghdady dibangunkan oleh pamannya sekaligus gurunya, Sary as-Saqathy.

“Ada apa paman?”

“Aku melihat seakan-akan aku ada dihadapan Allah dan Dia berkata kepada saya….Wahai Sary, Aku menciptakan makhluk mereka merasa mencintaiKu. Begitu Aku menciptakan dunia, mereka lari semua dariKu dan tinggal sepuluh persen. Lalu Aku menciptakan syurga, sisa makhluk itu pun lari semua (ke syurga), tinggal satu persen saja. Lalu Aku memberikan cobaan kepada mereka ini, mereka pun lari semua dariKu tinggal 0,9 persen. Aku bicara pada makhlukKu yang tersisa itu yang masih bersamaKu.

“Bukan dunia yang kalian kehendaki, juga bukan syurga yang kalian inginkan, juga bukan neraka yang membuat kalian lari, lantas apa yang kalian mau?”

“Engkau lebih Tahu apa yang kami mau…” jawab mereka.

“Aku hendak memnindihkan bencana cobaan pada kalian sebanyak nafas kalian, yang bisa menghancurkan gunung-gunung, apakah kalian masih bersabar?” TanyaKu pada mereka.

Dan mereka pun menjawab, “Manakala Engkau Sendiri Yang memberi cobaan, lakukanlah sekehendakMu….”

Mereka itulah hamba-hambaKu yang sebenarnya.

            Semua ini jadi renungan kita agar dalam setiap niat dan motivasi ibadah kita agar semata hanya menuju Allah, Lillahi Ta’ala, agar kitater bebas dari penjara kemakhlukan, dan menyatu dalam Musyahadah denganNya. Ikhlas, adalah ruh dari seluruh ibadah kita. Bukan yang lainnya. Tentu kita juga pernah dengar pernyataan dari seorang Waliyulloh Robi’ah al adawiyah ‘bahwa aku lebih baik di neraka tapi bisa melihat Alloh dibandinkan Surga tapi aku tidak bisa melihat kekasihku (Alloh SWT). ini bukti kecintaan yang begitu dalam Robi”ah kepada Alloh SWT

SUMBER : WWW.SACHRONY.CO.CC