IBADAHNYA HAMBA SEPERTI SEORANG PEDAGANG

            Tentu kita pernah dengar do’a yang di lantunkan oleh Abunawas dan sering dikumandangkan di musholla -musholla menjelang magrib atau juga sering dilantunkan di majlis ta’lim. “ILAHILASTULIL FIRDAUSIL A’LA………”wahai tuhanku aku bukan ahli surga…..dan aku juga tidak kuat dengan panas api neraka….Doa ini menggambarkan tentang keikhlasan dan rasa rendah manusia di hadapan Alloh SWT.Siapa pun yang beribadah kepada Allah karena motivasi kepentingan tertentu dengan harapan dariNya, atau beribadah dalam rangka menolak bencana dari Allah, maka sesungguhnya orang tersebut tidak berpijak dengan benar sesuai SifatNya.            Kenapa demikian?Karena betapa banyaknya orang beribadah kepada Allah tidak didasari keikhlasan (Lillaahi Ta’ala), tetapi demi yang lain, kepentingan duniawi, naiknya jabatan, dagangannya laku, bahkan demi menolak balak dan bencana atau siksa, ibadah seperti ini tak lebih dari ibadahnya seorang pedagang yang hanya mencari keuntungan duniawi semata.

             Apakah Allah Ta’ala memerintahkan kita melakukan ibadah dan menjauhi laranganNya karena sebuah sebab dan alasan-alasan tertentu?

             Bukankah kita beribadah karena kita harus melakukan atau menyambut sifat RububiyahNya melalui sifat Ubudiyah kita?

            Bukankah segalanya sudah dijamin Allah, dan segalanya dariNya, bersamaNya, menuju kepadaNya?

             Apakah Allah tidak layak disembah, tidak layak menjadi Tuhan, tidak layak diabdi dan diikuti perintah dan laranganNya, manakala Allah tidak menciptakan syurga dan neraka?

             Bukankah Rasulullah saw, mengkhabarkan, “Janganlah diantara kalian seperti budak yang buruk, jika tidak diancam ia tak pernah bekerja. Juga jangan seperti pekerja yang buruk, jika tidak diberi upah ia tidak bekerja….”

            Dalam kitab Zabur Allah berfirman, “Adakah orang yang lebih zalim dibanding orang yang menyembahKu karena syurga atau takut neraka? Apakah jika Aku tidak menciptakan syurga dan neraka, aku tidak pantas untuk ditaati?”

            Suatu hari Junaid Al-Baghdady dibangunkan oleh pamannya sekaligus gurunya, Sary as-Saqathy.

“Ada apa paman?”

“Aku melihat seakan-akan aku ada dihadapan Allah dan Dia berkata kepada saya….Wahai Sary, Aku menciptakan makhluk mereka merasa mencintaiKu. Begitu Aku menciptakan dunia, mereka lari semua dariKu dan tinggal sepuluh persen. Lalu Aku menciptakan syurga, sisa makhluk itu pun lari semua (ke syurga), tinggal satu persen saja. Lalu Aku memberikan cobaan kepada mereka ini, mereka pun lari semua dariKu tinggal 0,9 persen. Aku bicara pada makhlukKu yang tersisa itu yang masih bersamaKu.

“Bukan dunia yang kalian kehendaki, juga bukan syurga yang kalian inginkan, juga bukan neraka yang membuat kalian lari, lantas apa yang kalian mau?”

“Engkau lebih Tahu apa yang kami mau…” jawab mereka.

“Aku hendak memnindihkan bencana cobaan pada kalian sebanyak nafas kalian, yang bisa menghancurkan gunung-gunung, apakah kalian masih bersabar?” TanyaKu pada mereka.

Dan mereka pun menjawab, “Manakala Engkau Sendiri Yang memberi cobaan, lakukanlah sekehendakMu….”

Mereka itulah hamba-hambaKu yang sebenarnya.

            Semua ini jadi renungan kita agar dalam setiap niat dan motivasi ibadah kita agar semata hanya menuju Allah, Lillahi Ta’ala, agar kitater bebas dari penjara kemakhlukan, dan menyatu dalam Musyahadah denganNya. Ikhlas, adalah ruh dari seluruh ibadah kita. Bukan yang lainnya. Tentu kita juga pernah dengar pernyataan dari seorang Waliyulloh Robi’ah al adawiyah ‘bahwa aku lebih baik di neraka tapi bisa melihat Alloh dibandinkan Surga tapi aku tidak bisa melihat kekasihku (Alloh SWT). ini bukti kecintaan yang begitu dalam Robi”ah kepada Alloh SWT

SUMBER : WWW.SACHRONY.CO.CC 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s